Kalkulator THR Proporsional
Hitung THR sesuai masa kerja: satu bulan upah untuk masa kerja 12 bulan atau lebih.
Tentang Kalkulator THR Proporsional
Kalkulator THR Proporsional menghitung perkiraan Tunjangan Hari Raya berdasarkan upah bulanan dan masa kerja. Aturan yang dipakai adalah ketentuan umum ketenagakerjaan: pekerja dengan masa kerja dua belas bulan atau lebih menerima THR sebesar satu bulan upah, sedangkan masa kerja satu sampai sebelas bulan menerima secara proporsional.
Perhitungan proporsional dilakukan dengan membagi masa kerja dengan dua belas, lalu dikalikan satu bulan upah. Contohnya masa kerja enam bulan menghasilkan setengah bulan upah. THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan pekerja.
Alat ini berguna bagi pekerja yang ingin memeriksa slip gaji, maupun bagi pemilik usaha kecil yang menghitung kewajiban THR untuk beberapa karyawan sekaligus.
Cara memakai Kalkulator THR Proporsional
- Masukkan upah sebulan, yaitu gaji pokok ditambah tunjangan tetap yang tidak bergantung pada kehadiran.
- Isi masa kerja dalam bulan. Untuk pekerja yang sudah bekerja setahun atau lebih, cukup masukkan 12 atau angka yang lebih besar.
- Isi kolom opsional bila ingin melihat total uang yang diterima termasuk tunjangan tidak tetap atau bonus.
- Baca perkiraan THR, faktor masa kerja, dan total yang mungkin dibayarkan, lalu cocokkan dengan slip gaji atau perjanjian kerja.
- Bila hasil berbeda dari yang dibayarkan, mintalah rincian perhitungan dasar upah yang dipakai pengusaha.
Contoh pemakaian di pekerjaan sehari-hari
Pekerja kontrak tujuh bulan
Upah Rp 4.500.000 dengan masa kerja tujuh bulan menghasilkan faktor 7/12, sehingga perkiraan THR sekitar Rp 2.625.000. Ini yang sering menjadi sumber selisih ketika pekerja mengira THR selalu satu bulan penuh.
Pekerja dengan tunjangan harian
Bila komponen upah utama Rp 5.000.000 ditambah uang makan harian, dasar THR umumnya tetap Rp 5.000.000 karena tunjangan yang bergantung kehadiran tidak masuk dasar perhitungan. Kolom opsional membantu melihat selisih total penerimaan.
Menghitung kewajiban THR beberapa karyawan
Pemilik usaha dapat menghitung satu per satu dengan masa kerja masing-masing agar anggaran kas sebelum hari raya sudah disiapkan sejak jauh hari, bukan mendadak.
Batasan yang perlu Anda tahu
- Hasil bersifat estimasi, bukan penetapan resmi. Perhitungan final mengikuti perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau kesepakatan kerja bersama.
- Dasar upah yang dipakai bisa berbeda untuk pekerja harian, pekerja borongan, atau pekerja dengan skema komisi yang seluruh pendapatannya tidak tetap.
- Kalkulator ini tidak menghitung potongan pajak atau iuran yang mungkin berlaku pada penerimaan tertentu.
- Untuk sengketa THR yang tidak terselesaikan, jalur yang tepat adalah pengaduan ke dinas ketenagakerjaan setempat, bukan perhitungan mandiri.
Pertanyaan yang sering muncul tentang kalkulator
- Apakah THR proporsional dihitung untuk pekerja kontrak?
- Ya, pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan berhak atas THR, termasuk pekerja kontrak dan pekerja harian, dengan perhitungan proporsional bila masa kerjanya belum dua belas bulan.
- Kapan paling lambat THR dibayarkan?
- Tujuh hari sebelum hari raya keagamaan pekerja. Bila pembayaran terlambat, pekerja dapat menanyakan langsung kepada pengusaha atau melaporkannya ke dinas ketenagakerjaan.
- Apakah tunjangan transport dihitung sebagai dasar THR?
- Umunya tidak, karena tunjangan yang diberikan harian dan bergantung kehadiran tidak termasuk tunjangan tetap. Pastikan struktur upah pada slip gaji untuk mengetahui komponen tetap Anda.
- Bagaimana kalau masa kerja kurang dari satu bulan?
- Ketentuan umumnya memberikan hak THR untuk masa kerja minimal satu bulan terus-menerus. Untuk masa kerja di bawah itu, sebaiknya tanyakan kebijakan perusahaan atau dinas ketenagakerjaan.