Lot, Fraksi Harga, dan Bid-Offer di Bursa IDX: Panduan Pemula

Ilustrasi Lot, Fraksi Harga, dan Bid-Offer di Bursa IDX: Panduan Pemula

Sebelum menekan tombol beli pertama, ada tiga istilah yang wajib dikuasai: lot, fraksi harga, dan bid-offer. Ketiganya menentukan berapa modal yang Anda butuhkan dan di harga berapa order Anda tereksekusi.

Apa itu lot? 1 lot = 100 lembar

Di Bursa Efek Indonesia, saham diperdagangkan dalam satuan lot, dan1 lot = 100 lembar saham. Artinya Anda tidak bisa membeli 50 lembar atau 130 lembar di pasar reguler — kelipatannya selalu 1 lot. Rumus modalnya sederhana: harga per lembar × 100 × jumlah lot, ditambah fee broker. Contoh: saham seharga Rp500 per lembar berarti 1 lot = Rp50.000. Saham Rp5.000 per lembar berarti 1 lot = Rp500.000. Inilah alasan saham harga Rp50 per lembar bisa dibeli mulai Rp5.000-an — kabar baik bagi pemula bermodal kecil. Jika Anda belum punya rekening sekuritas, mulai daripanduan mulai investasi saham untuk pemula kami.

Tabel fraksi harga IDX

Fraksi adalah besaran lompatan harga minimum antar antrean. Bursa mengatur fraksi berjenjang berdasarkan rentang harga agar pergerakan saham murah dan mahal tetap wajar. Aturan yang berlaku saat ini:

Bursa juga membatasi pergerakan harian lewat batas auto-rejection (ARB/ARA) — persentase maksimum naik-turun dalam sehari yang berbeda tiap rentang harga. Praktisnya: order di luar fraksi yang benar akan ditolak sistem, dan saham yang sudah menyentuh batas rejection tidak bisa ditransaksikan lebih jauh hari itu. Memahami dua aturan ini mencegah order gagal yang membingungkan pemula.

Cara baca bid dan offer (orderbook)

Orderbook menampilkan antrean beli (bid, sisi kiri/bawah) dan antrean jual (offer/ask, sisi kanan/atas) beserta jumlah lot di tiap level harga. Bid tertinggi adalah harga terbaik yang siap dibayar pembeli; offer terendah adalah harga termurah yang diminta penjual. Selisih keduanya disebut spread. Spread tipis (1–2 fraksi) dengan antrean tebal menandakan saham likuid — mudah dibeli dan dijual. Sebaliknya, spread lebar dan antrean tipis berarti saham tidak likuid: order Anda bisa lama tidak match, atau tereksekusi di harga yang melompat.

Tips membaca cepat: perhatikan lot di 5 level teratas tiap sisi (aplikasi menampilkan hingga 10+ level), bandingkan total bid vs total offer untuk membaca tekanan sesaat, dan waspadai antrean raksasa tunggal yang tiba-tiba muncul-hilang — itu sering kali hanya gertakan (spoofing) untuk menggerakkan harga, bukan minat beli sungguhan.

Contoh order pertama step-by-step

Misalkan saham X diperdagangkan di Rp1.000 (fraksi Rp5) dengan offer terendah Rp1.005 sebanyak 200 lot. Anda ingin membeli 2 lot. Buka aplikasi sekuritas, masukkan kode emiten, pilih order beli, isi harga Rp1.005 dan jumlah 2 lot, lalu kirim. Karena harga Anda sama dengan offer yang tersedia dan lot mencukupi, order langsung match: 2 lot × 100 lembar × Rp1.005 = Rp201.000 ditambah fee broker. Saldo RDN berkurang dan saham masuk portofolio dalam hitungan detik. Untuk order pertama, selalu gunakan harga yang sudah ada di antrean (jangan menawar jauh) dan cukup 1 lot agar Anda fokus memahami alur, bukan mengejar harga terbaik.

Pasar reguler vs tunai vs negosiasi

IDX sebenarnya punya tiga papan transaksi. Pasar reguleradalah yang Anda pakai sehari-hari: satuan lot, penyelesaian T+2 (dana dan saham berpindah dua hari bursa setelah transaksi), dan harga mengikuti fraksi. Pasar tunai dipakai untuk penyelesaian hari yang sama (T+0), umumnya untuk saham yang sedang disuspensi dari pasar reguler — pemula hampir tidak pernah memakainya. Pasar negosiasiadalah transaksi lot besar yang harganya disepakati langsung antar pihak (biasanya institusi) lalu dilaporkan ke bursa; harganya bisa di luar fraksi reguler. Untuk 99% kebutuhan pemula, cukup fokus ke pasar reguler dan abaikan dua lainnya sampai Anda bertransaksi dalam volume besar.

Kesalahan umum pemula

  1. Salah hitung modal — lupa mengalikan 100 dan menambah fee, lalu order ditolak karena dana kurang.
  2. Order di luar fraksi — mis. menawar Rp1.003 saat fraksi Rp5; sistem menolak.
  3. Mengejar antrean tipis — memaksa beli saham tidak likuid lalu sulit menjual kembali.
  4. Market order saat volatil — order langsung match bisa tereksekusi di harga melompat saat pasar bergejolak; pemula sebaiknya pakai limit order.
  5. Mengabaikan jam perdagangan — order di luar sesi (pre-open, istirahat, tutup) hanya antre dan baru diproses sesi berikutnya.

Kesimpulan

Kuasai tiga hal ini dan order pertama Anda akan mulus: hitung modal dengan rumus harga × 100 × lot + fee, hormati fraksi harga yang berlaku, dan baca orderbook untuk memastikan likuiditas sebelum masuk. Mekaniknya sederhana — yang sulit justru disiplinnya. Berita pergerakan pasar setiap hari bisa Anda ikuti di Saham Skuy.

Pertanyaan umum

Kenapa transaksi saham dihitung per lot, bukan per lembar?

Satuan lot menyederhanakan proses transaksi di bursa karena jumlah yang diperdagangkan menjadi lebih besar dan seragam. Dengan satuan lot, antrean order lebih mudah dicatat dan dicocokkan oleh sistem bursa. Konsekuensinya, pembelian minimum di pasar reguler selalu kelipatan 100 lembar.

Apa yang terjadi kalau harga order tidak sesuai fraksi?

Sistem bursa akan menolaknya secara otomatis. Penolakan ini disebut auto reject, dan penyebab paling umum adalah harga yang tidak berada pada kelipatan fraksi yang berlaku, atau harga sudah melewati batas auto rejection atas maupun bawah pada hari tersebut.

Apa itu auto rejection?

Auto rejection adalah batas maksimum kenaikan atau penurunan harga saham dalam satu hari bursa. Besarnya batas ini berbeda tergantung rentang harga saham. Begitu harga menyentuh batas tersebut, saham tidak dapat bergerak lebih jauh sampai hari bursa berikutnya.

Kenapa order saya tidak tereksekusi meskipun harga sudah sesuai?

Order limit hanya tereksekusi jika ada pihak yang bersedia bertransaksi di harga tersebut. Pada saham berlikuiditas rendah, antrean bisa kosong sehingga order Anda menunggu cukup lama. Selain itu, order yang dikirim di luar jam perdagangan hanya akan mengantre dan baru diproses pada sesi berikutnya.