Glosarium Istilah Pasar Modal IDX: 40+ Istilah Wajib Tahu

Berita pasar saham sering terasa seperti bahasa asing: ARA, ARB, auto reject, suspensi, delisting, right issue. Padahal hampir semua istilah ini punya arti sederhana begitu Anda tahu definisinya. Glosarium ini merangkum istilah yang paling sering muncul, dikelompokkan berdasarkan konteks pemakaiannya.
Istilah dasar pasar modal
- Emiten — perusahaan yang menerbitkan saham dan tercatat di bursa.
- Saham (efek) — bukti kepemilikan sebagian perusahaan. Pemegangnya berhak atas dividen dan suara dalam RUPS.
- Lot — satuan transaksi saham di IDX. 1 lot = 100 lembar, jadi Anda tidak bisa membeli 50 lembar di pasar reguler.
- Portofolio — kumpulan efek yang Anda miliki. Diversifikasi berarti menyebar dana agar risiko tidak menumpuk di satu titik.
- RDN (Rekening Dana Nasabah) — rekening penampung dana Anda di sekuritas. Dana masuk ke RDN dulu, baru dipakai untuk order.
- Sekuritas (broker) — perusahaan berizin yang menjadi perantara transaksi Anda ke bursa.
- Kustodian — pihak yang menyimpan dan mencatat kepemilikan efek secara terpusat.
- Bursa Efek Indonesia (IDX/BEI) — tempat saham diperdagangkan. Regulatornya OJK, lembaga kliringnya KPEI dan KSEI.
Kalau Anda baru benar-benar mulai, urutan belajarnya biasanya begini: pahami dulu lot, fraksi harga, dan bid-offer, baru lanjut ke mekanisme order dan rasio fundamental.
Istilah order & transaksi
- Bid — harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli, muncul di sisi kiri atau bawah orderbook.
- Offer (ask) — harga terendah yang diminta penjual, muncul di sisi kanan atau atas orderbook.
- Spread — selisih bid dan offer. Spread tipis menandakan saham likuid.
- Limit order — order dengan harga yang Anda tentukan sendiri. Bisa tidak tereksekusi jika harga tidak tersentuh.
- Market order — order yang langsung match di harga terbaik yang tersedia. Cepat, tapi berisiko tereksekusi di harga melompat saat pasar bergejolak.
- Fraksi harga — lompatan harga minimum antar antrean, berbeda per rentang harga.
- Likuiditas — seberapa mudah saham dibeli dan dijual tanpa menggerakkan harganya.
- Volume — jumlah lembar yang diperdagangkan dalam periode tertentu.
- Nilai transaksi — volume dikali harga rata-rata.
- Running trade — daftar transaksi yang baru saja terjadi, biasanya menampilkan jam, harga, volume, dan sisinya.
- T+2 — penyelesaian transaksi dua hari bursa setelah order match.
- Papan pemantauan khusus — papan untuk saham dengan kriteria tertentu yang punya aturan transaksi berbeda.
- Odd lot — transaksi di bawah 1 lot; tidak diperdagangkan di pasar reguler.
Istilah batas harga & penghentian
- ARA (Auto Reject Atas) — batas kenaikan harga maksimum dalam satu hari.
- ARB (Auto Reject Bawah) — batas penurunan harga maksimum dalam satu hari.
- Auto reject — penolakan otomatis oleh sistem bursa, umumnya karena harga di luar fraksi atau menyentuh batas ARA/ARB.
- Suspensi — penghentian sementara perdagangan saham tertentu, misalnya karena keterlambatan laporan keuangan atau lonjakan harga ekstrem.
- UMA (Unusual Market Activity) — penanda dari bursa bahwa ada pola pergerakan tidak wajar. Bukan sanksi, tapi peringatan agar investor berhati-hati.
- Delisting — penghentian permanen perdagangan saham; emiten keluar dari bursa.
- Pre-opening — sesi sebelum jam perdagangan resmi yang menentukan harga pembukaan.
- Pre-closing — sesi menjelang penutupan yang menentukan harga penutupan.
Istilah fundamental & valuasi
- EPS (Earning per Share) — laba bersih dibagi jumlah saham beredar. Laba per satu lembar saham.
- PER (Price to Earning Ratio) — harga saham dibagi EPS. Mengukur seberapa mahal pasar menghargai laba perusahaan.
- PBV (Price to Book Value) — harga saham dibagi nilai buku per lembar.
- ROE (Return on Equity) — laba bersih dibagi ekuitas. Mengukur efisiensi perusahaan menghasilkan laba dari modalnya.
- ROA (Return on Assets) — laba bersih dibagi total aset.
- DER (Debt to Equity Ratio) — perbandingan utang dan ekuitas. Semakin tinggi, semakin besar ketergantungan pada utang.
- Dividend yield — dividen per lembar dibagi harga saham, dinyatakan dalam persen.
- Payout ratio — persentase laba yang dibagikan sebagai dividen dibanding yang ditahan perusahaan.
- Kapitalisasi pasar (market cap) — harga saham dikali jumlah saham beredar.
- Laporan keuangan — neraca, laba rugi, arus kas, dan perubahan ekuitas yang wajib dipublikasikan emiten secara berkala.
- Prospektus — dokumen resmi saat penawaran umum yang memuat profil, risiko, dan rencana penggunaan dana emiten.
Istilah aksi korporasi
- RUPS — Rapat Umum Pemegang Saham, forum pemegang saham menyetujui keputusan penting perusahaan.
- Dividen — bagian laba yang dibagikan ke pemegang saham. Rincian siklus tanggalnya ada di panduan dividen dan pajak kami.
- Stock split — pemecahan saham; jumlah lembar bertambah dan harga menyesuaikan, nilai kepemilikan tidak berubah.
- Reverse stock split — kebalikannya: beberapa lembar digabung menjadi satu untuk menaikkan harga per lembar.
- Right issue — penawaran saham baru kepada pemegang saham lama, biasanya berharga diskon.
- Dilusi — penurunan persentase kepemilikan karena bertambahnya jumlah saham beredar.
- Buyback — perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar.
- Bonus share — pembagian saham tambahan tanpa pembayaran, diambil dari agio.
- Private placement — penerbitan saham baru kepada pihak tertentu tanpa penawaran umum.
- IPO — penawaran saham perdana kepada publik; perusahaan pertama kali masuk bursa.
- Tender offer — penawaran resmi untuk membeli saham dalam jumlah besar, sering terkait akuisisi.
- Cum-date & ex-date — batas akhir agar Anda tercatat berhak mendapat hak tertentu, dan hari pertama saat Anda kehilangan hak tersebut.
Istilah indeks & makro
- IHSG — Indeks Harga Saham Gabungan, indikator rata-rata pergerakan seluruh saham tercatat. Cara membacanya ada di panduan IHSG.
- LQ45 — indeks 45 saham paling likuid dengan kapitalisasi besar.
- IDX30 — indeks 30 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi tertinggi.
- IDX80 — indeks 80 saham unggulan mencakup kapitalisasi menengah.
- Kompas100 — indeks 100 saham pilihan berdasarkan kriteria tertentu.
- ETF — produk yang diperdagangkan di bursa dan mengikuti kinerja indeks atau aset tertentu.
- BI Rate — suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi biaya modal, properti, dan perbankan.
- Net sell / net buy asing — selisih nilai beli dan jual investor asing dalam periode tertentu.
- Volatilitas — besarnya rentang pergerakan harga; volatilitas tinggi berarti harga bergerak lebih cepat dan tajam.
- Bearish & bullish — kondisi pasar cenderung turun dan cenderung naik.
- Koreksi — penurunan harga pasar secara umum, biasanya dipandang sementara.
Kesimpulan
Tidak perlu menghafal 40 istilah ini sekaligus. Mulailah dari kelompok transaksi, karena itu yang Anda hadapi setiap hari di aplikasi sekuritas, lalu tambahkan istilah fundamental saat mulai membaca laporan keuangan. Cara paling cepat menyerapnya adalah membuka orderbook dan laporan keuangan emiten yang Anda kenal sambil mencocokkan istilahnya. Untuk latihan membaca angka keuangan, lanjutkan kepanduan membaca PER, PBV, dan ROE.
Pertanyaan umum
Apa beda ARA dan ARB?
ARA (Auto Reject Atas) adalah batas kenaikan harga maksimum dalam satu hari, sedangkan ARB (Auto Reject Bawah) adalah batas penurunan maksimum. Besarnya persentase bergantung pada rentang harga saham. Begitu harga menyentuh batas ini, saham tidak bisa bergerak lebih jauh sampai hari bursa berikutnya.
Apa itu auto reject dan kenapa order saya ditolak?
Auto reject adalah penolakan otomatis oleh sistem bursa. Penyebab paling umum adalah harga order di luar fraksi harga yang berlaku, jumlah lot tidak sesuai aturan, atau harga sudah melewati batas ARA/ARB.
Apa beda suspensi dan delisting?
Suspensi adalah penghentian sementara perdagangan saham tertentu, biasanya karena keterlambatan laporan keuangan atau lonjakan harga ekstrem. Delisting adalah penghentian permanen — saham dikeluarkan dari bursa dan tidak lagi bisa diperdagangkan.
Apa itu right issue dan apakah merugikan pemegang saham lama?
Right issue adalah penawaran saham baru kepada pemegang saham lama, biasanya dengan harga diskon. Tidak otomatis merugikan, tetapi jika Anda tidak menebusnya, porsi kepemilikan Anda terdilusi sehingga persentasenya mengecil.